rumahku

kutuliskan surat pertamaku untukmu, rumahku.

dari jauh, rumahku. kita berjarak entah.
rinduku tak lepas, lengket bagai getah.
kutuliskan surat pertamaku untukmu, rumahku.
dingin hujan, airnya jatuh, menggigilkan rindu.
basah hujan, tabah pada pipi yang lembab tanpa sebab.
ini surat pertamaku untukmu, rumahku.
tempat paling ramah tanpa amarah.
tempat paling sejuk dengan sejuta rayu dan bujuk.
kutuliskan surat pertamaku untukmu, rumahku.
poros dari segala arah membuat aku ingin cepat bertuah.
kala jauh aku tidak ingin menauh.
kutuliskan surat pertamaku untukmu, rumahku.
tidak ada lebih nyaman dengan kehangatan.
kau mempunyai itu, rumahku.
ini surat pertamaku untukmu, rumahku.
melindungi bagai perisai, selalu menerimanya piawai.
kutuliskan surat pertamaku untukmu, rumahku.
resah bila jauh, selalu ada magnet yang menggiringku kembali jika letih dan perih.
ini surat pertamaku untukmu, rumahku.
setelah ibu dan bapak pergi meninggalkan rumah ini, kau adalah tempat satu-satunya jika hati ini hilang arah.
tertuju kamu, rumahku. tempat dari segala persinggahan terdamai, sebelum aku menemukan rumah selamanya nanti.
- pagi,
2013.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

What the problem of being alone?

Perdana

Obsessive Compulsive Disorder