Postingan

Aku ingin

Aku ingin membuatkanmu puisi, tapi tak bisa. Aku ingin membuat lengkung di bibirmu, tapi tak bisa. Aku ingin mendekat sejengkal di sampingmu, tapi tak bisa. Aku ingin menyentuh kulitmu, tapi tak bisa. Aku ingin memilikimu, tapi tak bisa.
--- Ini b ukan kali pertama atau kedua hati ini mendapatkan luka tapi ketiga aku mendapatkannya dalam waktu yang cukup lama tapi lagi kali ketiga petir itu menyambar di palung hati tepat sasaran karena aku berdiri di tengah taman bunga berduri kala badai menghempas asa dari tumpuanku yang begitu rengsa

Musibah

Seperti  kehidupan-kehidupan orang lainnya, gue menjalani hari gue juga seperti biasa. Bangun pagi ( it’s not so early morning I thought ) kalo lagi niat ya gue olahraga, main basket, atau sekedar cari keringet kecil di halaman rumah. Atau cukup main basket di game. Yes, indeed. Lalu berangkat untuk memenuhi tanggung jawab yang gak mungkin di telantarkan. “Go go, Bi, gue pengen balik cepet.” “ayo ayo.” Lekaslah kami berdua pulang. Di mana ga ada masalah, semuanya masih berjalan lancar, angin yang bertiup lebih kencang dari biasanya. Cuaca masih sama seperti hari-hari sebelumnya. Ada masalah juga masih bisa di selesaikan dengan aman. Tapi, sampai masalah satu ini datang..
Saya lagi kepikiran sesuatu tentang ekspetasi yang di taro cewe-cewe ke cowo-cowo di dunia ini. Ekspetasi yang menurut saya agak kurang realistis. Entah kenapa di hidup ini cowo selalu di minta lebih di tuntut lebih. Lebih berani, lebih sukses, lebih kuat. Lebih kuat misalnya, itu saja penentunya ga jelas. Sebab itu saya bingung kenapa cowo-cowo dianggap tabu untuk menangis. "Kamu cowo! Kamu jangan nangis! Gaboleh cengeng". Padahal mereka lupa, menangis itu adalah tanda bahwa kita hidup. Ingat waktu kita lahir? Waktu saya lahir yang pertama kali dokter cek apakah saya nangis atau tidak, berteriak atau tidak, bukan saya berani atau tidak. Saya paham kalau cowo itu di minta di tuntut lebih, lebih dewasa lebih maju berpikirnya. Tapi kan standar keberhasilan setiap orang berbeda-beda. Ada orang yang merasa hidupnya bermakna kalau dia bisa mencapai semua impiannya atau bisa mewujudkannya mimpinya dan punya rencana masa depan. Ada juga orang yang merasa kalau hidupnya bermakna keti...

Obsessive Compulsive Disorder

Menjadi penyandang Obsessive Compulsive Disorder membuatku sering menyakiti diri sendiri karena takut tidak melakukan sesuatu dengan sempurna. Seperti diharuskan menyusun kepingan Puzzle di dalam kepala yang berada di tepi jurang yang perlahan akan hancur jika aku tidak menyelesaikannya secepat yang aku bisa. Selalu di kejar dan di tuntut pikiran sendiri. Orang-orang menjauhiku karena ketakutkan akan keringat dingin yang keluar dari sekujur tubuhku. Tubuhku bergetar hebat hanya karena merasa gula dalam tehku kurang dari 1420 butir dan aku tak henti-hentinya menghitung satu-persatu gula yang masuk ke dalam cangkir tehku. Tapi di kali pertama aku melihatnya, semua suara di dalam kepalaku mendadak begitu tenang. Segala gaduh dan teriakan melengking tiba-tiba senyap dan hilang begitu saja, hening seketika. Segala detik jam yang berdetak keras di kepalaku, segala rasa menggigil karena merasa selalu dikejar waktu, semua gambaran akan ketidak-sempurnaan, mendadak hilang dalam kesenyapa...

Dia yang Terlalu Cepat Singgah

Pekerjaan ini sungguh membosankan sekali. Setiap hari aku harus melakukan hal yang sama. Mengepak buku-buku, memasukkannya ke dalam kardus, menyelotipnya, lalu belum lagi gudang tempat kerjaku panas bukan main “Riszha..” sebuah suara yang sangat kuhapal memecah konsentrasiku yang sedang menumpukkan buku, tersontak sedikit aku karena kaget. Aku menengok mendapati senyuman dan sosok bayangan cantik dengan binar matanya yang memancarkan cinta diantara lampu pijar yang remang-remang memantulkan cahaya di kedua matanya dan surga di senyumnya. Ah, aku selalu suka caranya dia begitu. “Lho, Shan, kamu boleh masuk oleh penjaga di luar?” “Boleh kok, nih aku sudah di depan kamu. Di luar juga sudah sepi, jadi aku diizinkan.” “Tumben. Ada apa sampai ke tempat kerjaku, Shan?” “Tidak apa, habis aku bosan menuggu di rumah sendirian.” “Yasudah, kamu menunggu di sudut sana saja ya, jangan kemari, cari tempat yang safety, ya.” “Siap, bos.” Shania melakukan sikap hormat diser...

Kekasih Kumala

Sore pukul 16.55 WIB, perempuan itu khusyuk berdiri di teras rumah melihat turunnya hujan, hujan angin sungguh lebat. Tetapi perempuan berambut pendek sepundak yang bisa dibilang model bob, tidak perduli sama sekali. Bahkan, perempuan manis itu sangat menikmatinya. Menghirup bau tanah yang terkena air hujan, menenangkan, katanya. Bersamaan dengan itu, pria yang amat diidamkannya datang ke rumah. Lalu, perempuan itu tersenyum, menyipitkan mata, mempadatkan pipi chubbynya, dan menaikkan alis. Kalian tahu maksutnya? Sehabis mereka berdua berpelukan, dan memberi sedikit ciuman, masuklah perempuan serta pria itu, hingga hilang ditelan pintu rumah perempuan manis di sana. *** “AKU SUDAH MUAK DENGAN ORANG DEPAN RUMAH ITU! MEREKA MEMFITNAH KELUARGA KITA, MENYEBARKANNYA KE SEMUA TETANGGA! KURANG AJAR!! AKAN KUBAKAR MEREKA!” Aku hanya kalut, terpaku depan pintu kamar, mendengar ayah meledak bak gunung merapi. Aku mengeluarkan air mata, melihat ibu menangis sesedak seperti itu, tidak bisa ...