Sore pukul 16.55 WIB, perempuan itu khusyuk berdiri di teras rumah melihat turunnya hujan, hujan angin sungguh lebat. Tetapi perempuan berambut pendek sepundak yang bisa dibilang model bob, tidak perduli sama sekali. Bahkan, perempuan manis itu sangat menikmatinya. Menghirup bau tanah yang terkena air hujan, menenangkan, katanya. Bersamaan dengan itu, pria yang amat diidamkannya datang ke rumah. Lalu, perempuan itu tersenyum, menyipitkan mata, mempadatkan pipi chubbynya, dan menaikkan alis. Kalian tahu maksutnya? Sehabis mereka berdua berpelukan, dan memberi sedikit ciuman, masuklah perempuan serta pria itu, hingga hilang ditelan pintu rumah perempuan manis di sana. *** “AKU SUDAH MUAK DENGAN ORANG DEPAN RUMAH ITU! MEREKA MEMFITNAH KELUARGA KITA, MENYEBARKANNYA KE SEMUA TETANGGA! KURANG AJAR!! AKAN KUBAKAR MEREKA!” Aku hanya kalut, terpaku depan pintu kamar, mendengar ayah meledak bak gunung merapi. Aku mengeluarkan air mata, melihat ibu menangis sesedak seperti itu, tidak bisa ...